Tardji dan Kredo 150 Juta Rupiah
Penyair Sutardji Calzoum Bachri dinobatkan sebagai peraih hadiah Bakrie Award 2008. Tardji berhak menerima ataupun menolak hadiah sebanyak 150 juta Rupiah ini. Penyair yang terkenal dengan Kredo Puisi dan sajak mantranya ini memilih menerima hadiah ini.
Tardji tak membuat kredo baru untuk hadiah yang diterimanya ini. Tapi membuat para sastrawan lain angkat bicara dan mengibarkan pendapat agar Tardji menolak hadiah ini sebagaimana Franz Magnis Suseno menolak hadiah yang sama pada tahun sebelumnya atau seperti Jean Paul Sartre menolak Hadiah Nobel pada beberapa dekade silam. Landasan pendapat para sastrawan itu adalah pemrakarsa utama hadiah ini terlibat kasus luapan lumpur di Porong, Jawa Timur dan banyak berutang tanggung jawab kepada para korban luapan lumpur itu.
Tapi Tardji bukan Franz Magnis Suseno maupun Jean Paul Sartre. Sebagai individu Tardji punya pilihan sendiri ihwal hadiah ini dan dia menjalani pilihannya itu. Apakah Tardji tak bermoral lantaran menerima hadiah ini? Apakah Tardji bijaksana bila menolak hadiah ini?
Ada ataupun tak ada hadiah Bakrie Award, menerima ataupun menolak hadiah ini, bencana akibat luapan lumpur di Porong masih menjadi tanggung jawab pemrakarsa utama hadiah ini. Pemberian hadiah Bakrie Award kepada Sutardji Calzoum Bachri, Rendra, Putu Wijaya, maupun Arif Budiman tak bisa menjadi pelunas utang tanggung-jawab itu.
Moral dan empati berbanding terbalik dengan kubutuhan hidup..
Seniman sudah melihat realita bahwa sembako masih mahal
Seniman juga manusia…
Yang terpenting bagaimana kita menyikapi orang lain ketika menerima atau menolak sebuah pemberian, soal orang lain itu, ya terserah dai khan…. Tardji kan bukan robot
sekali lagi, terserah dai. bukan dia
Sepakat Pak Dai. Sepakat. Hidup dai!
Kalau ada yang tahu tolong postingkan karya tarji yg dapat penghargaan bakri award itu
Add A Comment