<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Repotkah Jadi Orang Islam?</title>
	<atom:link href="http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php</link>
	<description>going within...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 17:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: online</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-371</link>
		<dc:creator>online</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 09:16:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-371</guid>
		<description>awal yang baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awal yang baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mufti</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-127</link>
		<dc:creator>mufti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 12:48:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-127</guid>
		<description>Setauku nggak perlu kuatir makan ayam sembelihan orang yang entah apa agamanya, asal penyembelih tidak menyebut nama sesembahan lain selain Allah.
Kebetulan ini puasa pertama saya di rantau, hampir stress..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setauku nggak perlu kuatir makan ayam sembelihan orang yang entah apa agamanya, asal penyembelih tidak menyebut nama sesembahan lain selain Allah.<br />
Kebetulan ini puasa pertama saya di rantau, hampir stress..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: binhad</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-110</link>
		<dc:creator>binhad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 07:38:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-110</guid>
		<description>Eka yang berkacamata,

Gosip itu dirujuk dari mana sih. 
Saya perlu konfirmasi dong ah. 
Really, gosip itu tak sahih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eka yang berkacamata,</p>
<p>Gosip itu dirujuk dari mana sih.<br />
Saya perlu konfirmasi dong ah.<br />
Really, gosip itu tak sahih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-109</link>
		<dc:creator>eka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 07:12:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-109</guid>
		<description>lha, bin, bukankah di jakarta kamu juga makan babi dan enggak puasa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lha, bin, bukankah di jakarta kamu juga makan babi dan enggak puasa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: binhad</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-107</link>
		<dc:creator>binhad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 03:23:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-107</guid>
		<description>Mul, Uncle Goop, dan Ratih yang baik,
Puji tuhan, puasa pertamaku sangat gemilang dan terhindarkan dari godaan gadis2 Korea yang tungkainya paling indah di planet ini. Hari ini aku sibuk di perpustakaan dan menyiapkan tulisan baru untuk blogku yang tercinta dan juga untuk keperluan publikasi yang lain. Aku juga akan belanja hari ini. Kulkasku sudah kosong. Tuhan, beri aku uang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mul, Uncle Goop, dan Ratih yang baik,<br />
Puji tuhan, puasa pertamaku sangat gemilang dan terhindarkan dari godaan gadis2 Korea yang tungkainya paling indah di planet ini. Hari ini aku sibuk di perpustakaan dan menyiapkan tulisan baru untuk blogku yang tercinta dan juga untuk keperluan publikasi yang lain. Aku juga akan belanja hari ini. Kulkasku sudah kosong. Tuhan, beri aku uang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ratihkumala</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-105</link>
		<dc:creator>ratihkumala</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:10:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-105</guid>
		<description>Bin, setahuku, kalo ayam yang dipotong tidak dengan menyebut nama Allah itu halal-halal aja. Asal waktu motong enggak menyebut nama lain selain Allah, misalnya: namamu! (hehehe). Selamat berpuasa di negeri orang, semoga menemukan kedamaian yang tak bisa kau temukan di negeri sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bin, setahuku, kalo ayam yang dipotong tidak dengan menyebut nama Allah itu halal-halal aja. Asal waktu motong enggak menyebut nama lain selain Allah, misalnya: namamu! (hehehe). Selamat berpuasa di negeri orang, semoga menemukan kedamaian yang tak bisa kau temukan di negeri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goop</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-104</link>
		<dc:creator>goop</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 05:50:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-104</guid>
		<description>wuah, menarik sekali di sana pak...
saya mengikuti cerita dengan saksama semenjak persentuhan bahasa.
semoga lancar puasa di sana, selancar sepur-sepur korea :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wuah, menarik sekali di sana pak&#8230;<br />
saya mengikuti cerita dengan saksama semenjak persentuhan bahasa.<br />
semoga lancar puasa di sana, selancar sepur-sepur korea <img src='http://binhadnurrohmat.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mulyadi J. Amalik</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/repotkah-jadi-orang-islam-70.php/comment-page-1#comment-103</link>
		<dc:creator>Mulyadi J. Amalik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 03:57:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=70#comment-103</guid>
		<description>Kisah Jakarta di Awal Puasa

Aroma Jakarta agak pengap. Langit mendung dan hujan tak merata rupanya. Tak jelas mau usai musim kemarau atau akan segera musim hujan. 

Dua hari lagi menjelang puasa. Beberapa stasiun televisi merilis berita duka dari sebuah apartemen yang menjulang dalam kesenyapan. Seorang bocah 3 tahun jatuh dari lantai 25 apartemen itu. Tubuhnya tersangkut di pelataran lantai 5. Aku merangkul balitaku yang sudah masuk 15 bulan sambil prihatin mengikuti siaran televisi, membayangkan seolah rumahku berada di paling ujung pohon nyiur, atau bagai sangkar burung dara yang kering. Siapa yang peduli kami sebab orang sibuk dengan biliknya sendiri-sendiri. 

Cepat aku sadar. Rumahku di perkampungan penduduk yang masih rajin bertegur-sapa. Tentu saja tak bertingkat. Lingkungannya cukup bersih. Walau jalan selebar pincangan kaki orang dewasa, ada pot-pot bunga yang menghias di tepi kiri atau kananya. Bau got yang saban waktu membuat mual, tertimpa bau kembang-kembang yang harum. 

Jakarta tak sama dengan kampungku di ilir Sungai Musi. Cerita Jakarta cuma penggalan-penggalan novel tak bersambung. Sepenuhnya ia berisi kecemasan dan kesepian mirip Binhad di hutan belantara Korea.

Selamat puasa Ramadhan, semoga imanmu lebih teruji di negeri ginseng itu!
Wassalam. [Mulyadi J. Amalik]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah Jakarta di Awal Puasa</p>
<p>Aroma Jakarta agak pengap. Langit mendung dan hujan tak merata rupanya. Tak jelas mau usai musim kemarau atau akan segera musim hujan. </p>
<p>Dua hari lagi menjelang puasa. Beberapa stasiun televisi merilis berita duka dari sebuah apartemen yang menjulang dalam kesenyapan. Seorang bocah 3 tahun jatuh dari lantai 25 apartemen itu. Tubuhnya tersangkut di pelataran lantai 5. Aku merangkul balitaku yang sudah masuk 15 bulan sambil prihatin mengikuti siaran televisi, membayangkan seolah rumahku berada di paling ujung pohon nyiur, atau bagai sangkar burung dara yang kering. Siapa yang peduli kami sebab orang sibuk dengan biliknya sendiri-sendiri. </p>
<p>Cepat aku sadar. Rumahku di perkampungan penduduk yang masih rajin bertegur-sapa. Tentu saja tak bertingkat. Lingkungannya cukup bersih. Walau jalan selebar pincangan kaki orang dewasa, ada pot-pot bunga yang menghias di tepi kiri atau kananya. Bau got yang saban waktu membuat mual, tertimpa bau kembang-kembang yang harum. </p>
<p>Jakarta tak sama dengan kampungku di ilir Sungai Musi. Cerita Jakarta cuma penggalan-penggalan novel tak bersambung. Sepenuhnya ia berisi kecemasan dan kesepian mirip Binhad di hutan belantara Korea.</p>
<p>Selamat puasa Ramadhan, semoga imanmu lebih teruji di negeri ginseng itu!<br />
Wassalam. [Mulyadi J. Amalik]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
