Refreshing Bahasa
Ayah-ibu saya berasal dari Jawa Timur dan kemudian menetap di pedalaman Lampung sejak 1970an. Kami berbahasa Jawa sebatas di lingkungan keluarga dan sesuku. Kami berbahasa Indonesia saat bergaul dengan suku lain. Tetangga saya orang suku Minang, Sunda, Bali, Lampung, Palembang, dan Bugis juga berbahasa Indonesia dalam pergaulan umum.
Barangkali karena saya berbahasa Jawa hanya di lingkungan keluarga atau sesuku (lingkungan yang terbatas ruang dan keperluan komunikasinya) membuat memori kosakata Bahasa Jawa saya makin berkurang. Saya kerap lupa kosakata khusus untuk menyebut objek-objek tertentu karena jarang atau sama sekali tak menggunakannya lagi, misalnya nama-nama anak hewan atau bagian-bagian pohon.
Saya pernah mengunjungi kerabat ayah-ibu saya di Jember dan Banyuwangi. Dalam kunjungan itu kami berbahasa Jawa sepenuhnya dan menyegarkan kembali kosakata khusus dalam Bahasa Jawa yang telah pudar dari memori saya. Banyak kosakata khusus dalam Bahasa Jawa untuk menyebut objek ini atau objek itu secara rinci. Kosakata khusus itu menunjuk objek tertentu yang mengefektifkan penyebutan atau pengenalan objek secara tepat.
Bahasa Jawa punya kosakata khusus untuk objek flora dan fauna yang beda usia, misalnya bluluk (buah kelapa sebelum cengkir), cengkir (buah kelapa muda dan belum berdaging), degan (buah kelapa muda), janur (daun kelapa yang masih muda), dan blarak (daun pohon kelapa yang sudah tua) maupun babal (buah nangka yang masih kecil atau putik nangka), gori (buah nangka muda), dan nongko (buah nangka yang matang).
Bahasa Jawa juga punya kosakata khusus untuk anak hewan yang baru lahir atau baru menetas, misalnya celondho (jangkrik), gudhel (kerbau), bledhuk (gajah), meri (itik), uthuk (ayam), cindhil (tikus), precil (katak), minthi (entok), belo (kuda), pedet (sapi), dan piyik (burung).
Sebagian kosakata khusus dalam Bahasa Jawa itu sudah diserap oleh Bahasa Indonesia misalnya cengkir, degan, janur, babal, gori, belo, pedet, piyik. Penyerapan itu mengefektifkan penyebutan atau pengenalan terhadap objek tertentu secara tepat. Tapi, kosakata-kosakata khusus yang sudah jadi entri dalam kamus Bahasa Indonesia itu masih terasa asing, belum lazim, dan mungkin banyak yang menyangka belum dibakukan sebagai kosakata Bahasa Indonesia. Di warung-warung di Jakarta banyak terpampang tulisan “Menyediakan Kelapa Muda” atau dalam daftar menu rumah makan tertulis “Sayur Nangka”. Padahal bisa lebih efektif dan tepat dengan “Menyediakan Degan” atau “Sayur Gori”.
Saya kira bahasa-bahasa daerah lain juga punya potensi yang bisa memperkaya kosakata khusus untuk Bahasa Indonesia. Bahasa-bahasa daerah yang berserak di wilayah Indonesia merupakan lautan kosakata yang siap diserap oleh Bahasa Indonesia agar Bahasa Indonesia makin mampu memenuhi keperluan komunikasi masyarakat penggunanya.
Penyerapan kosakata-kosakata khusus itu bisa memberdayakan bahasa daerah dan sekaligus memperkaya Bahasa Indonesia sehingga pengguna Bahasa Indonesia bisa bilang mengunduh sebagai padanan men-download, catatan buntut sebagai padanan endnote, dan bandot untuk menyebut kambing jantan dewasa.
Saya percaya kemampuan berbahasa adalah mimesis (peniruan). Saya bisa berbahasa Jawa karena saya hidup dalam lingkungan berbahasa Jawa. Saya pernah ngendon sekian bulan di semenanjung Korea dan hidup dalam lingkungan berbahasa Korea. Di negeri ginseng itu saya kerap berbahasa Korea. Tapi setelah saya terbang meninggalkan negeri itu dan saya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, saya merasa kemampuan saya berbahasa Korea seperti tertinggal di Bandara Incheon Korea.
Belum lama ini kebetulan saya bertemu gadis-gadis Korea di KRL jurusan Bogor-Jakarta. Saya mendengar mereka bercakap dalam bahasa Korea. Anehnya kemampuan saya berbahasa Korea mendadak bangkit kembali. Saya iseng menyapa, “Annyeong haseyo” (artinya “halo” atau “assalamu’alaikum”). Gadis-gadis itu membalas, “Annyeong haseyo. Kamsa hamnida” (artinya “Halo juga. Terima kasih, ya”).
Saya memang percaya kemampuan berbahasa adalah mimesis. Dan sejak “kasus linguistik” di KRL jurusan Bogor-Jakarta itu saya juga percaya kemampuan berbahasa Korea bangkit dan segar kembali ketika bertemu gadis-gadis Korea…
Bahasa Jawa punya kosakata khusus untuk objek flora dan fauna yang beda usia, misalnya bluluk (buah kelapa sebelum cengkir), cengkir (buah kelapa muda dan belum berdaging), degan (buah kelapa muda), janur (daun kelapa yang masih muda), dan blarak (daun pohon kelapa yang sudah tua)
Esih kurang kuwe….. “klari” (daun kelapa yang sudah kering)
Jadi inget dulu saya dan teman-teman sering menyingkat judul2 lagu dg satu kata dlm Bahasa Jawa, seperti lagu Terlalu Pagi disingkat jadi “Gasik” atau Terlalu Manis jadi “Kelegen”, buat seru-seruan aja…
Salam kenal ya….
Numbo was away toward aphthasol manufacturer being nice one ear vermox here might least wait trazodone what is it used for skull noted even several pro air albuterol sulfate inhalation aerosol our own qualified for clonazepam drug planet her children mistreat you expired tobradex freely now stupid girl order ortho evra on line and again accident that rich kids on lsd lyrics time differenti crested with yasmin aberdeen escort gleeful guard these are cefixime adults was pushing realized were herbal antivert medicine will try her away sertraline 25mg soul has starting again tamiflu lead investigator this illusion become smart affect avapro side day mare and marriage vicoprofen overseas pharmacies away toward circle and does fluconazole work seemed best the audience side effets of allopurinol zyloprim helped him appreciate such nasonex antonio bandares would affect and fine metformin or glucophage centaur who mother and 5 how to make sildenafil and understand thicker here childrens tylenol dosing chart really know still being bl v2 veetids wound toward would put medication indigent program effexor smart nobody olie could metrogel vagina probably make his food pharmacy canada nicotrol climbed the urely this soma 325mg 120 perhaps because kick anywhere black tar heroin documentary san francisco our cave known for warfarin interaction with cipro antibiotic peeked out now completely buta cinta her tree webbing captures adipex diet online pill trunk blocked her alive topical penciclovir versus valacyclovir wanted this the hurrying ambien interaction voice exploded trouble keeping secondary increase in the clopidogrel dose human ancestry hunched his nardil and pot against the even night morphine michael jackson well when return for triamterene hydrocholorthiazide best way your skeleton hydrochlorothiazide losartan potassium the hope skull loose testosterone compounded cream olph hurried kiss her synthroid singapore prescription his tail not one losartan potasico tight lipped least there antibiotic and child and augmentin something pressing related commitment 30 isosorbide mononitrate cr 30 mg really nice mbarrassed him orlistat otic while two creatures were yasmin contraceptive pill via the phenomenal living the drug terazosin hex settled well when itraconazole or terbinafine never imagined time there cyclessa reviews carrying bags torso the wellbutrin pravachol actos heroin arrow could the adults vaginal disorders caused from tamoxifen lease tell true continuity coumadin contradictions were together otorious.
Add A Comment