Mitos Payudara

Payudara begitu indah dan merupakan misteri Penciptaan yang menggetarkan. Semenjak zaman lampau hingga sekarang, payudara jadi anugerah alami perempuan yang menakjubkan. Payudara juga sumber air susu paling lengkap-sempurna bagi bayi dan tak tertandingi air susu buatan manusia. Payudara begitu hebat dan betapa tebaran mitos menyelubunginya….

Ukuran Payudara
Banyak yang menyangka laki-laki hanya suka pada payudara besar, akibatnya banyak perempuan berikhtiar memperbesar payudara. Padahal, laki-laki yang suka payudara besar sama banyaknya dengan laki-laki yang suka payudara kecil. Besar-kecil payudara tak menentukan besar-kecil gairah seksual perempuan. Besar-kecil payudara merupakan bawaan dan tingkat peka-rangsang payudara tergantung pada payudara jadi area erogen atau bukan. Tak benar payudara kecil lebih peka-rangsang ketimbang payudara besar. Juga tak benar perempuan berpayudara besar sebelah punya gairah seksual lebih besar. Jika dicermati, tak ada payudara simetris 100% dan kondisi ini normal belaka serta tak terkait dengan gairah seksual perempuan.

Ukuran Puting
Tidak benar besar-kecil puting menentukan tingkat peka-rangsang. Puting kecil bisa lebih tinggi tingkat peka-rangsangnya ketimbang puting besar atau sebaliknya. Tingkat peka-rangsang tergantung faktor erogen. Puting besar atau kecil peka-rangsang bila jadi area erogen.

Posisi Payudara
Tidak benar payudara sebelah kiri lebih peka-rangsang ketimbang payudara sebelah kanan. Anatomi dan faal payudara sebelah kiri dan kanan sama saja dan demikian juga tingkat peka-rangsangnya. Lagi-lagi, peka-rangsang payudara tergantung pada apakah payudara jadi area erogen atau bukan.

Payudara Kendur
Semua payudara menurun kekencangannya setelah melahirkan, baik menyusui ataupun tidak. Tidak benar menyusui membuat payudara kendur. Kekencangan payudara ditentukan perawatan (juga jenis dan ukuran kutang) serta jaringan ikat dan otot dinding dada. Secara alami, payudara besar dan bermodel menggantung lebih cepat kendur.

(Diolah dari berbagai sumber)

9 thoughts on “Mitos Payudara

  1. Hidup payudara !!!!,..turunkan harga sembako!!!!,..minyak untuk rakyat!!!,..
    Kapan nang Darmint?

    Hari eks teater Puska,..mungsue Sihar

  2. knp harus bahas payudara? pake bahasa kutang segala lagiiiiiii…..
    apa tidak ada bahasa yang lebih halus dri kutang, bra misalnya?

  3. wah mas binhad tau bener nih seluk beluk payudara, padahal setauku mas kagak punya tuch… oke mas selamat menjelajahi payudara ya? setauku dari situ energi laki-laki banyak terkuras habis, yack… cuma untuk memikirkan payudara yang se kecil itu (coba kalau ada payudara yang sebesar gunung, apa jadinya…) hahaha

  4. Mas Binhad, syukur nulisnya sebelum kenal aku.. kalau pas habis kenal.. aduuuuhhh.. saya pasti lari…

  5. wah dibahas juga ya…. pelajaran menggambar pemandangan waktu SD dulu; ketika pak guru bilang: “ayo anak-anak, sekarang pelajaran melukis pemandangan…”; maka murid-murid pun berlomba melukis Dua Buah Gunung; dan ditengahnya ada matahari terbit… Salu kang Binhad. berbagi pengetahuan itu ibadah koq…

  6. Hmm..
    Payudara ya? Wah, sebenarnya sensasi luar biasa ya pada saat memegang
    dan mengulum payudara istri saya saat pertama kali. tadi malam pun saya baru
    melakukannya. Istri saya punya payudara yang tak terlalu besar, namun, entah kenapa
    saat saya menciumnya ia selalu mengejang. Ah.. saya suka sekali melihat istri saya
    merintih seperti itu.. makanya, buat para suami, jagalah istri anda.. karena, sungguh
    mereka mencintai anda bahkan anda bebas menikmati tubuh nya.

  7. Payudara, karunia Ilahi yang sangat mempesona : enak diremas, enak dihisap-hisap, nikmat untuk diciumi. Akan terbayang terus jka tidak ketemu payudara 2 hari. Oh, payudara aku membiutuhkanmu. I LOVE Yuo Payudara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>