Binhad Nurrohmat

going within…

Kenapa Orang Percaya Tuhan?

Posted by binhad on Sep-9-2008

Kenapa orang percaya tuhan?

Survei saya terhadap sejumlah orang menemukan beragam jawaban:

 

1.      Karena takut masuk neraka

2.      Agar bisa masuk sorga

3.      Panggilan jiwa

4.      Supaya tak merasa hampa

5.      Percaya tuhan tak ada ruginya.

 

Jika Anda percaya tuhan, apakah Anda punya jawaban yang lain? Silakan menyumbang jawaban di blog ini. Atau, jika ingin jawaban Anda dirahasiakan, silakan kirim jawaban Anda ke alamat e-mail: erotikata@hotmail.com. Terima kasih.

 

  1. pakcik Ahmad Said,

    kalau udah milih, habis itu apa ?

  2. BINHAD Said,

    Bukan memilih, tapi menyumbang jawaban yang lain, jika punya.
    Siapa tahu itu bisa membantu atau memperkaya alasan orang (yang ingin) percaya tuhan.
    Gimana, Pak Cik?

  3. pakcik Ahmad Said,

    oo gitu ya..
    Tuhan itu bukan untuk dipercaya saja.. tapi dibutuhkan juga.
    Menurutku sih itu.

  4. BINHAD Said,

    Kenapa orang butuh tuhan, Pak Cik?

  5. pakcik Ahmad Said,

    Sulit dijawab. Membutuhkan sesuatu ternyata tidak harus dengan alasan “kenapa”.
    Tidak seperti kita terhadap makanan, minuman dan produk-produk konsumtif lain. Dengan alasan paling imajiner sekalipun — seperti “kepuasan” — kebutuhanku atas Tuhan pun sulit diverbalkan. Semacam sesuatu yang harus ada untuk “melengkapi”.

    Kira-kira begitu sih…
    Piye ? Opo wis pantes aku ke’i ceramah teologi ?

  6. BINHAD Said,

    Sip, Pak Cik

  7. andre Said,

    hmmm kok keliatannya belon kenal tuhan itu sendiri kenapa harus nulis sekarang aku tanya ?

  8. badboy Said,

    menurut saya, tuhan adalah tokoh imaginer ciptaan manusia, yg di percaya maha apapun, level nya jauh diatas manusia. dengan tujuan agar manusia takut, dan dapat memohon apapun pada tokoh imaginer tsb. sebenarnya ada 2 sisi baik-buruk bila percaya tokoh imaginer itu. sisi baik adalah manusia punya “pagar” , ada toleransi antar sesama, karena percaya segala sesuatu sudah diatur oleh tokoh imaginer itu. sisi buruknya adalah, manusia kurang memakai pikirannya dalam memecahkan masalah. karena percaya segala sesuatu sudah kehendaknya, bahkan ada sekelompok “orang bodoh” yg meledakkan dirinya hanya karena percaya tokoh imaginer itu benar benar ada. kebohongan yg dijejalkan setiap hari, suatu saat kebohongan itu bisa dianggap sebagai suatu kebenaran. saya lebih suka kebenaran yg dijejalkan setiap hari, agar suatu saat kebenaran itu adalah memang sebuah kebenaran

  9. Paradise3 Said,

    Bila Anda sekarang memiliki agama, coba Anda teliti agama yg Anda anut saat ini…
    Apakah ajarannya dan filosofinya masuk akal?

    Menjadi atheist sama seperti seorang anak yang sudah tidak takut lagi ada monster atau hantu dilemarinya pada malam hari.

  10. Guest Said,

    Saya tidak percaya adanya tuhan

Add A Comment