Jimly Asshiddiqie Puji Puisi Binhad Nurrohmat

JAKARTA, PedomanNEWS.com – Jimly Asshiddiqie bukan hanya menaruh perhatian dengan masalah politik dan hukum, tetapi seni pun tak luput dari pengamatannya. Hal tersebut ditunjukkannya ketika menghadiri deklarasi Jarsindo, ketika seniman Binhad Nurrohmat membacakan dua puisinya.

Puisi Binhad berisikan kritik terhadap pemerintah, anggota DPR, media massa, pemilu, serta masalah kapitalisme yang semakin menggurita, hingga wilayah Indonesia yang dicaplok negara lain.

“Saya ingin membuat pengakuan. Usia saya 35 tahun dan saya belum pernah ikut Pemilu. Saat ini alasan saya tak ikut Pemilu karena penyelenggara Pemilu tak beres. Dulu, alasan saya adalah bahasa Indonesia. Menurut bahasa Indonesia, Pemilu artinya pembuat pilu, pembuat sengsara,” ujarnya sebelum membacakan puisi.

Tak heran, puisi “sentilan” Binhad membuat semua orang bersorak dan berkomentar, termasuk mantan Ketua Mahkamah Agung.

“Dua puisi tadi luar biasa, bagus. Kalau bisa saya mau meng-copy puisi tadi,” bebernya sambil menekankan jika pemilu dipasrahkan ke pemerintah tidak akan pernah bersih. Karena negeri ini milik kita bersama, catatkanlah bahwa masing-masing dari kita pernah menyumbangkan sesuatu ke negara. (Agustina N. Rasyida)

(PedomanNEWS.com, Kamis, 15 Desember 2011 15:42 WIB)

One thought on “Jimly Asshiddiqie Puji Puisi Binhad Nurrohmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>