Homo blogetensis

Langit itu kosong

Aku bungkam keheningan

dalam jazz dan nikotin.

(Soebagio Sastrowardoyo, sajak “Abad 20”)

 

Inilah fatwa saya hari ini: Sudah menjadi takdir blog ada di bumi dan merenggut banyak waktu dan tenaga ummat manusia abad ini, tapi mereka merasa bahagia. Bahkan ketika kesepian menyergap sekujur perasaan mereka, blog kerap menjadi juru selamat yang menghibur. Mulailah memperhitungkan blog sebagai penurun angka bunuh diri di zaman penuh kecamuk rasa hampa ini. Contine reading

Bawuk di Korea

Cuaca musim ini memaksa saya mengurung diri di kamar atau di perpustakaan yang tak sampai seratus jangkah dari gedung penginapan saya. Suhu udara di Korea terus melorot mendekati 0 derajat Celsius. Daun-daun semarak kuning menyala atau jingga tua bertengger di ranting-ranting, sebagian rontok mewarnai tanah dan beton kaki-lima. Julangan pohon-pohon di musim ini bukan lagi barisan tumbuhan, melainkan hamparan seni rupa alam. Saya tak lagi berjalan-jalan sore seperti pada musim panas kemarin karena kini cuaca selalu memaksa langkah saya menjadi setengah berlari, berlari dari siksaan dingin yang menderu dan mencakar sekujur saya. Musim ini tampak indah dan sekaligus menyebalkan. Contine reading