Posted by binhad on Aug-28-2008
Serupa bahasa, hidup ini senantiasa menyimpan dan menyingkap banyak hal tak terduga. Di sebuah tempat bernama yanganchi di bukit Beakun di pedalaman Korea, tiba-tiba saya tercengang pada nama saya sendiri: Nurrohmat bin Ahmad Suhadi. Read the rest of this entry »
Posted by binhad on Aug-26-2008

Kami buang tahi
sambil menulis puisi.
Kami benci puisi
bertampang politisi.
(Sajak “Penyair Murni”)
BINHAD NURROHMAT adalah sebuah perlawanan. Read the rest of this entry »
Posted by binhad on Aug-25-2008
Aha, bahasa Indonesia amat setia menghuni tubuh saya dan saya tak bisa mengusirnya sebagaimana bahasa Indonesia tak bisa menghalau tubuh saya. Tubuh saya adalah tubuh berbahasa Indonesia di manapun saya berada. Bahasa Indonesia jadi artikulasi kultural tubuh saya. Read the rest of this entry »
Posted by binhad on Aug-8-2008
I’ll go back to heaven again.
Hand in hand with the dew
that melts at a touch of the dawning day,
I’ll go back to heaven again.
With the dusk, together, just we two,
at a sign from a cloud after playing on the slopes
I’ll go back to heaven again.
At the end of my outing to this beautiful world
I’ll go back and say: It was beautiful. . . .
-Chon Sang-pyong, Korean poet, 1930-1993.