Cerita Lebaran Sahabat Yudi
Posted by binhad on Sep-30-2008
Seorang sahabat memohon kepada pembantunya, ”Tolonglah, Lebaran ini tak mudik. Giliran saya pulang kampung. Nanti saya lipatkan gajimu.” Sang pembantu berkata, ”Maaf Tuan, saya tak mau.” Sang majikan merayu, ”Sudah dua puluh lima tahun saya tak pulang, sedangkan kamu setiap tahun.” ”Tapi, Tuan bisa berbahagia setiap hari, sedangkan kebahagiaan saya hanya setahun sekali.”
Posted in: SASTRA

Matur nuwun, Bung. Telah bertandang ke blog-ku. (blog-ku dikunjungi penyair besar, Dab!).
Oleh-olehnya dari Korea apaan nih ya.
Salam kenal!
Tabik,
Ndari
Sama-sama. Blogmu bersahaja. Kabar tentang Rumah Kata alias Baitul Kilmah itu mencantol hatiku, je. Oleh-olehku dari Korea sajak-sajak menggairahkan. Selamat Idul Fitri ya.
Bukan saya kan y
.. salam mampir
Buat siapa aja yang bernama Yudi maupun bukan Yudi he-he.
Makasih sudah mampir. Berkah selalu ya.
Bung, cerita ini sungguh pendek. Tapi, dalam kependekan cerita ini mengandung kedalaman refleksi yang sungguh inspiratif. Aku izin mampir lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi di sofa empukmu ini. Salam kenal!
Makasih sudah mampir. By the way, itu bukan cerita karangan saya, melainkan kutipan cerita sahabat saya dan saya berbagi ke yang lain. Salam kenal juga.
apa kowe juga berlebaran di korea?
kalau iya, terus critane piye, dong?!?
Ora ono Lebaran ning Korea. Anyep tenan.
Ceritane dowooooooooo tenan, Kang.
Add A Comment