Archive for the ‘SASTRA’ Category
Bertemu Marno II
Setelah meninggalkan masjid di Itaewon itu, Marno & Jane berjalan sambil bergandeng tangan. Sesekali pasangan itu berhenti mengamati barang-barang dagangan yang dijaja di tepi trotoar dan membeli minuman kaleng. Mereka juga singgah dan duduk-duduk di bangku taman. Hawa Korea kian dingin. Pohon-pohon gingko yang banyak tumbuh di sisi jalan raya mulai rontok daun. Dari berita cuaca yang saya peroleh, musim dingin tak lama lagi datang. Read the rest of this entry »
Bertemu Marno I
Marno bukan teman saya. Saya pernah bertemu pria itu di Lampung, Yogyakarta, Medan, Surabaya, dan Jakarta. Banyak teman sebaya saya maupun yang lebih tua menyebut nama itu seperti nama orang penting atau tokoh besar. Konon Marno pernah tinggal di sebuah apartemen di Manhattan, Amerika selama sekian tahun dan selama itu dia berpacaran dengan Jane. Saat itu negeri Marno masih dipimpin Soekarno alias Bung Karno. Saya tak tahu nama lengkap Marno, barangkali Soemarno atau Marno saja. Saya juga tak tahu nama lengkap Jane, barangkali Jane cuma nama sapaan. Banyak nama orang di Amerika mengandung unsur Jane, misalnya Jane Fonda atau Janet Jackson. Marno orang Jawa, setidaknya dari namanya. Jane warga Manhattan yang bercerai dengan suaminya sejak sebelum dikencani Marno. Pasangan ini punya banyak perbedaan, tapi mereka bahagia. Read the rest of this entry »
“Darah Muda” Menggoyang Amerika
Raja dangdut Rhoma Irama (61) menggoyang warga Indonesia di Wisma Indonesia, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (13/10) malam waktu setempat. Hasil penjualan tiket dari pertunjukan dangdut ini untuk dana kemanusiaan di Indonesia. Read the rest of this entry »
Cerita Lebaran Sahabat Yudi
Seorang sahabat memohon kepada pembantunya, ”Tolonglah, Lebaran ini tak mudik. Giliran saya pulang kampung. Nanti saya lipatkan gajimu.” Sang pembantu berkata, ”Maaf Tuan, saya tak mau.” Sang majikan merayu, ”Sudah dua puluh lima tahun saya tak pulang, sedangkan kamu setiap tahun.” ”Tapi, Tuan bisa berbahagia setiap hari, sedangkan kebahagiaan saya hanya setahun sekali.”
Tardji dan Kredo 150 Juta Rupiah
Penyair Sutardji Calzoum Bachri dinobatkan sebagai peraih hadiah Bakrie Award 2008. Tardji berhak menerima ataupun menolak hadiah sebanyak 150 juta Rupiah ini. Penyair yang terkenal dengan Kredo Puisi dan sajak mantranya ini memilih menerima hadiah ini. Read the rest of this entry »
Kenangan Menonton Film Pemberontakan PKI
“Darah itu merah, Jenderal!”
(fragmen dialog film G 30 S/PKI)
*
Semua pelajar sekolah di Indonesia sebaya saya saat itu tiap tanggal 30 September wajib menonton film-film pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) yaitu G 30 S/PKI dan Operasi Trisula. Kewajiban ini menggembirakan kami. Kami berpakaian seragam sekolah berbondong ke bioskop dikawal para guru. Amat meriah suasananya. Kala itu bioskop masih barang baru di kampung saya di pedalaman Lampung. Sekadar info, tiang PLN baru merambah kampung saya pada 1999, selepas gerakan Reformasi. Sebelumnya, tenaga listrik di rumah-rumah di kampung saya dipasok oleh sebuah mesin diesel tua yang menyala dari pukul 6 sore sampai pukul 12 malam. Read the rest of this entry »
Nuzulul Porno
X: “Gara-gara kamu orang pada gemar mengumbar badan, lantaran kamu orang
pada menggugah gairah orang, maka kamu orang melanggar undang-undang.”
Y: “Karena kamu orang pada sembrono bikin undang-undang, maka kamu orang
pada menyerobot tubuh orang sehingga kamu orang melangkahi kemanusiaan.”
X: “God verdomme zeg! Badan kamu orang pada mesti diperam dalam pakaian,
tubuh kamu orang pada bakalan masuk penjara kalau pada merangsang orang.”
Y: “Naudzubillahimindzaliq! Sebab birahi orang lain badan kami dipersalahkan,
maka undang-undang kamu orang mendidik tubuh munafik dalam kepatuhan.”
Ayat-ayat Binhad Nurrohmat
(1) Sesungguhnya kesusilaan berada di perbatasan, seperti selembar pakaian menjadi sekat antara tubuh telanjang dan tatapan mata manusia. (2) Bahwasanya kemudian pakaian menjelma jubah hegemoni kesusilaan yang membuat tubuh menjadi hina-dina di luar jubah hegemoni itu dan tubuh menjadi korban yang dinistakan. (3) Ketahuilah, sejak hegemoni kesusilaan bersimaharajalela di dunia membuat tuhan, pohon, hewan, planet, dan bintang dikutuk untuk memohon pakaian kepada manusia.
Penerima Beasiswa Penulisan dan Penerjemahan Novel Majelis Kata Indonesia 2008
Sejak beredar pengumuman beasiswa Penulisan dan Penerjemahan Novel Majelis Kata Indonesia 2008 pada 20 Mei 2008 lalu, kami telah menerima ratusan berkas lamaran dari para pelamar beasiswa ini yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, baik untuk penulisan maupun penerjemahan novel. Read the rest of this entry »
