Hantu Pemakan Tempe Goreng

Saya tak mengibul atau berniat menakuti siapa pun. Ini hanya kisah nyata yang pernah saya alami pada tahun 1997. Kisah nyata ini bangkit dari kolong ingatan saat saya menguntit Marno di Korea (bagian awal tentang Marno ada di laporan saya sebelumnya, “Bertemu Marno I”). Kisah nyata ini terjadi di satu rumah sewa di Condong Catur, Yogyakarta. Saat itu umur saya 21 tahun. Bagaimanakah kisahnya? Contine reading

Bar Dangdut Jauh di Pulau…

Saya berada di Korea Selatan semenjak Juni lalu dan saya menjadi makin mengerti makna rindu dan perasaan jauh dari negeri saya, Indonesia. Saya pun menjadi kian paham arti berjarak dengan yang saya cintai. Ah, Indonesia. Aih, cinta. Di telinga batin saya kerap terngiang pepatah lama: Lebih baik hujan batu di negeri sendiri ketimbang hujan emas di negeri orang. Pepatah ini memang berlebihan dan sentimentil, tapi cocok untuk saya yang sedang berada jauh di negeri seberang lautan. Saya tak suka sentimentil sebenarnya, tapi ternyata sentimentil sesekali perlu juga. Saya toh bukan robot. Sentimentil itu bagian dinamika batin manusia sebagaimana rasa haru atau gembira dan menurut saya meladeni perasaan sentimentil bagus juga untuk merabuk kesuburan jiwa. Contine reading

Mitos Payudara

Payudara begitu indah dan merupakan misteri Penciptaan yang menggetarkan. Semenjak zaman lampau hingga sekarang, payudara jadi anugerah alami perempuan yang menakjubkan. Payudara juga sumber air susu paling lengkap-sempurna bagi bayi dan tak tertandingi air susu buatan manusia. Payudara begitu hebat dan betapa tebaran mitos menyelubunginya…. Contine reading