Buku Baru Binhad Nurrohmat
Posted by binhad on Apr-23-2008
Sahabat mulia,
mulai Mei 2008 di toko buku tersuguh gubahan Binhad Nurrohmat
“Demonstran Sexy” dan dwibahasa “The Bed Horse, Kuda Ranjang“.
Showroom & order: www.khatulistiwa.net
Salam,
Binhad Nurrohmat
selamat ya …..
Selamat ngeblog…Mantab… (man taba)…
Wah, iso leye-leye saiki nang sofa empuk karo ngopi, rokok jarum super, lan ngeblog…
SELAMAT.. Sekali lagi… SELAMAT DATANG DI DUNIA BLOGGER
eka & sahlul, makasih berats ya.
kalian kan syaikhul blogger he3
Sip dah. “Bikin bareng” siapa bung?
bareng dengan ahlinya dong. syaikhul blog…
Oke, kawan. banyak sekali yang telah kau dapat. Salut. Syabas. Tabik..
sukses selalu wahai penyair, makin keren aja nih
satu saja dari saya, jangan kikir2lah membagikan puisi barunya di blog ini juga, salam
binhad nurrohmat dalam bahasa lampung artinya ‘konflik’, ‘ganjil’, ‘friksi’ atau semacam ‘kontroversi-lah’. dan untuk urusan itu mungkin bukan pada gegarnya ya bung, tapi pada daya tahannya,.. ye,.. ayo bung,… harus tahan lho sampai 5 ronde, biar imajinasi yang ada dalam kancah sastra kita gak konstan seperti imajinasi kebanyakan yang terus meluber selama ini…
bung binhad, saya masuk ke khatuliwtiwa online, buku anda “Demonstran Sexi” sama “Kuda Ranjang” ga saya temukan, saya email ga dijawab mereka.
saya pengin punya dua buku itu, tapi lagi malas ke toko buku nih, apa bisa anda bantu? mungkin bisa pesan via anda saja, bagaimana?
jangan terlalu lama-lama di jagat maya. kan barusan diingetin ama yang sepuh: ‘mengakar ke bumi menggapai ke langit’. eh, g nyambung ya? yah, kita-kita kan terlanjur nyemplung ke tariqah qori’ul adah hahaha. salam
Halo.. kawan lama nih, mo ksh kbr tentang reuni SMA.
Selamat dan sukses buat karya2mu.
wah bang binhad, masih ingat gak dua malam di sri deli, medan.
salam rindu dari bang micky hidayat
juga salam matahari dari kris……
puisi yang indah
seperti rembulan
tak selamanya purnama
seumpama demontran
engkau berlenggak lenggok
ke mimbar dan surama menggelegar
mikrofon pecah
menikam pengunjuk rasa lainnya
darah memancur ke jalan raya
polisi anti huruhara
mafhum, ini prahara
tapi engkau semakin taksu
mikrifon ambruk
pecahannya
engkau punguti
engkau sihir
menjadi
kacakata
menjelma belingkata
Add A Comment