<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Binhad dan Neoliberalisme</title>
	<atom:link href="http://binhadnurrohmat.com/binhad-dan-neoliberalisme-oleh-anton-djakarta-121.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binhadnurrohmat.com/binhad-dan-neoliberalisme-oleh-anton-djakarta-121.php</link>
	<description>going within...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:32:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Bapaknya Prastowo</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/binhad-dan-neoliberalisme-oleh-anton-djakarta-121.php/comment-page-1#comment-610</link>
		<dc:creator>Bapaknya Prastowo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 15:51:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=121#comment-610</guid>
		<description>Pak Prastowo yang saya hormati, Anda boleh berpendapat , tapi sayangnya pendapat Anda di sini tidak ada relasinya sedikitpun dengan pokok artikel di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Prastowo yang saya hormati, Anda boleh berpendapat , tapi sayangnya pendapat Anda di sini tidak ada relasinya sedikitpun dengan pokok artikel di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Prastowo</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/binhad-dan-neoliberalisme-oleh-anton-djakarta-121.php/comment-page-1#comment-426</link>
		<dc:creator>Prastowo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 08:10:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=121#comment-426</guid>
		<description>Sedikit kritik, benarkah rakyat Indonesia lebih merasa keren (dan suka) pakai elpiji, dibanding minyak tanah atau kayu bakar? rasanya melihat antrean minyak tanah, sebagian dari kita tak menyukai elpiji selain karena itu dipaksakan oleh pemerintah. Minyak tanah sendiri bukannya tanpa masalah. Mungkin lirik itu bisa diganti, saya akan membakar semua hutan karena bangsa ini tak doyan kayu bakar....
Memakai barang impor tak selamanya buruk. Secara ekonomi, sejauh harganya lebih murah tentu saja orang akan membelinya. Daripada memproduksi sendiri ternyata ongkosnya lebih mahal. Apa lantas nasionalisme masih ampuh untuk mengelabuhi persoalan harga?
Kritik thd CAFTA misalnya, didengungkan dg alasan proteksi industri dalam negeri, tapi membanjirnya barang murah itu berkah bagi rakyat, dan biarlah para pengusaha melobi penguasa untuk memperoleh insentifnya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit kritik, benarkah rakyat Indonesia lebih merasa keren (dan suka) pakai elpiji, dibanding minyak tanah atau kayu bakar? rasanya melihat antrean minyak tanah, sebagian dari kita tak menyukai elpiji selain karena itu dipaksakan oleh pemerintah. Minyak tanah sendiri bukannya tanpa masalah. Mungkin lirik itu bisa diganti, saya akan membakar semua hutan karena bangsa ini tak doyan kayu bakar&#8230;.<br />
Memakai barang impor tak selamanya buruk. Secara ekonomi, sejauh harganya lebih murah tentu saja orang akan membelinya. Daripada memproduksi sendiri ternyata ongkosnya lebih mahal. Apa lantas nasionalisme masih ampuh untuk mengelabuhi persoalan harga?<br />
Kritik thd CAFTA misalnya, didengungkan dg alasan proteksi industri dalam negeri, tapi membanjirnya barang murah itu berkah bagi rakyat, dan biarlah para pengusaha melobi penguasa untuk memperoleh insentifnya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Binhad</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/binhad-dan-neoliberalisme-oleh-anton-djakarta-121.php/comment-page-1#comment-379</link>
		<dc:creator>Binhad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 07:45:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=121#comment-379</guid>
		<description>@Merlin: Great!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Merlin: Great!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marlin</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/binhad-dan-neoliberalisme-oleh-anton-djakarta-121.php/comment-page-1#comment-378</link>
		<dc:creator>Marlin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 12:50:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=121#comment-378</guid>
		<description>ironis!
membaca sajak di atas menggugah kesadaran saya  sebagai rakyat Indonesia untuk lebih mencintai kekayaan dan produk kreativitas negeri sendiri..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ironis!<br />
membaca sajak di atas menggugah kesadaran saya  sebagai rakyat Indonesia untuk lebih mencintai kekayaan dan produk kreativitas negeri sendiri..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

