<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bawuk di Korea</title>
	<atom:link href="http://binhadnurrohmat.com/bawuk-di-korea-104.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binhadnurrohmat.com/bawuk-di-korea-104.php</link>
	<description>going within...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 17:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Ecko</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/bawuk-di-korea-104.php/comment-page-1#comment-311</link>
		<dc:creator>Ecko</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 10:07:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=104#comment-311</guid>
		<description>Saya setuju dengan poin Mas Binhad bahwa buku sastra sangat terpinggirkan di Indonesia. Ya, hanya kalangan elit sastra sendiri saja yang bisa dan mau menikmatinya. Jadi ingat buku kumcer-nya Raudal Tanjung Banua yang cetakan pertamanya masih tergeletak di rak Gramedia sampai bertahun-tahun, saya lihat sendiri buku itu sambil geleng2 kepala.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dengan poin Mas Binhad bahwa buku sastra sangat terpinggirkan di Indonesia. Ya, hanya kalangan elit sastra sendiri saja yang bisa dan mau menikmatinya. Jadi ingat buku kumcer-nya Raudal Tanjung Banua yang cetakan pertamanya masih tergeletak di rak Gramedia sampai bertahun-tahun, saya lihat sendiri buku itu sambil geleng2 kepala.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dusone</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/bawuk-di-korea-104.php/comment-page-1#comment-302</link>
		<dc:creator>dusone</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 23:09:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=104#comment-302</guid>
		<description>saya setuju dg anda, belanda-inggris-portugis-spanyol-jepang atau negara-negara lain -mungkin- hanya mewariskan darah+keturunan,saya kadang juga iri dg negara lain yg juga bekas jajahan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dg anda, belanda-inggris-portugis-spanyol-jepang atau negara-negara lain -mungkin- hanya mewariskan darah+keturunan,saya kadang juga iri dg negara lain yg juga bekas jajahan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dedy</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/bawuk-di-korea-104.php/comment-page-1#comment-280</link>
		<dc:creator>dedy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 09:41:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=104#comment-280</guid>
		<description>selamat menikmati menu keterasingan dan kawan baru berjuluk kerinduan kampung halaman ...

salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat menikmati menu keterasingan dan kawan baru berjuluk kerinduan kampung halaman &#8230;</p>
<p>salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aris Kurniawan</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/bawuk-di-korea-104.php/comment-page-1#comment-279</link>
		<dc:creator>Aris Kurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 09:26:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=104#comment-279</guid>
		<description>Minggu 23 November 2008 lalu, aku kebetulan membaca lagi Sri Sumarah dan Bawuk.  Sebelumnya aku telah membaca novelet tersebut saat aku SMA. Berapa tahun lalukah itu?
Ketika aku membacanya kembali aku seperti baru membacanya. Bukan apa-apa aku lupa ceritanya. Maklum sudah lama banget kan? Apa ini tandanya novel ini kurang bagus? Yang terus yerngiang sejak masa SMA itu cerpen Seribu Kunang Kunang di Manhattan. Si Marno itu. Waktu Binhad bertanya apakah aku kenal Marno, baru kali ini aku sempat menjawabnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu 23 November 2008 lalu, aku kebetulan membaca lagi Sri Sumarah dan Bawuk.  Sebelumnya aku telah membaca novelet tersebut saat aku SMA. Berapa tahun lalukah itu?<br />
Ketika aku membacanya kembali aku seperti baru membacanya. Bukan apa-apa aku lupa ceritanya. Maklum sudah lama banget kan? Apa ini tandanya novel ini kurang bagus? Yang terus yerngiang sejak masa SMA itu cerpen Seribu Kunang Kunang di Manhattan. Si Marno itu. Waktu Binhad bertanya apakah aku kenal Marno, baru kali ini aku sempat menjawabnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
