<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ayat-ayat Binhad Nurrohmat</title>
	<atom:link href="http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php</link>
	<description>going within...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 17:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: binhad</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-225</link>
		<dc:creator>binhad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 06:48:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-225</guid>
		<description>KUHP juga dong...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KUHP juga dong&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ABDAL MALIK</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-219</link>
		<dc:creator>ABDAL MALIK</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 04:00:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-219</guid>
		<description>wah, sudah punya ayat nich....
Tinggal kitab sucinya dong..?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, sudah punya ayat nich&#8230;.<br />
Tinggal kitab sucinya dong..?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BINHAD</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-166</link>
		<dc:creator>BINHAD</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 13:51:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-166</guid>
		<description>DM, annyeong haseyo,
Bar atau kafe dangdut oke deh.
Bukumu &quot;Juru Masak&quot; tahun depan moga menang ya.
Salam buat para jamaah Koekoesan ya.
Kamsa hamnida, suwun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DM, annyeong haseyo,<br />
Bar atau kafe dangdut oke deh.<br />
Bukumu &#8220;Juru Masak&#8221; tahun depan moga menang ya.<br />
Salam buat para jamaah Koekoesan ya.<br />
Kamsa hamnida, suwun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DM</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-165</link>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 06:38:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-165</guid>
		<description>Mantap.
Kalau kau menang KLA, aku ditraktir di cafe dangdut ya.
Aha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mantap.<br />
Kalau kau menang KLA, aku ditraktir di cafe dangdut ya.<br />
Aha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BINHAD</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-161</link>
		<dc:creator>BINHAD</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-161</guid>
		<description>Dam,
Buku &quot;Demonstran Sexy&quot; tambah sexy deh. Rencananya akan ada yang menerjemahkannya ke bahasa Inggris dan mungkin juga ke bahasa Korea. Terima kasih kabarnya. Salam dari Korea, bn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dam,<br />
Buku &#8220;Demonstran Sexy&#8221; tambah sexy deh. Rencananya akan ada yang menerjemahkannya ke bahasa Inggris dan mungkin juga ke bahasa Korea. Terima kasih kabarnya. Salam dari Korea, bn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DM</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-157</link>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 10:21:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-157</guid>
		<description>Bos,
DS masuk longlist KLA 2008.
Selamat! Semoga kau menggondol uang 100 jt.
Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bos,<br />
DS masuk longlist KLA 2008.<br />
Selamat! Semoga kau menggondol uang 100 jt.<br />
Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BINHAD</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-149</link>
		<dc:creator>BINHAD</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:59:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-149</guid>
		<description>Kang Budhi,
Maksud sampeyan RUU APP itu menjadi semacam Undang-Undang berbulu domba ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kang Budhi,<br />
Maksud sampeyan RUU APP itu menjadi semacam Undang-Undang berbulu domba ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budhi Setyawan</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-148</link>
		<dc:creator>Budhi Setyawan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:55:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-148</guid>
		<description>Jadi sosok Tirani bin kerangkeng alias penjajah, akan masih ada dalam wajah lembut bernama Undang-Undang. Atau itu juga disengaja, agar para penggiat seni jadi kreatif... karen kadang kalau tak tekanan jadi suka santai2... kongkow2 tak jelas, dan efeknya jadi tak produktif. ada lho orang yang minta dipanggil Penyair...... padahal sudah lama tak menulis; huahahahhaha......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi sosok Tirani bin kerangkeng alias penjajah, akan masih ada dalam wajah lembut bernama Undang-Undang. Atau itu juga disengaja, agar para penggiat seni jadi kreatif&#8230; karen kadang kalau tak tekanan jadi suka santai2&#8230; kongkow2 tak jelas, dan efeknya jadi tak produktif. ada lho orang yang minta dipanggil Penyair&#8230;&#8230; padahal sudah lama tak menulis; huahahahhaha&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BINHAD</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-145</link>
		<dc:creator>BINHAD</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 08:45:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-145</guid>
		<description>Mul,
Tafsirmu atas ayat-ayatku keren tuh. Semoga bermanfaat bagi umat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mul,<br />
Tafsirmu atas ayat-ayatku keren tuh. Semoga bermanfaat bagi umat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mulyadi J. Amalik</title>
		<link>http://binhadnurrohmat.com/ayat-ayat-binhad-nurrohmat-87.php/comment-page-1#comment-144</link>
		<dc:creator>Mulyadi J. Amalik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 04:11:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://binhadnurrohmat.com/?p=87#comment-144</guid>
		<description>Mungkin, kesalahan pertama dalam sejarah peradaban manusia ialah adanya pakaian (penutup tubuh). Kesalahan kedua (ini pasti), pakaian lalu mengalami komersialisasi seiring kemajuan industri dan ideologi kapitalisme. Di sini, seni ikut memainkan peran. Kesalahan ketiga (ini pasti juga), pakaian diatur dalam undang-undang buatan manusia yang melampaui konstruksi Kitab Suci tentang tubuh manusia. Di sini, masalah-masalah transendental tentang tubuh manusia dan pakaian turun menjadi propan (semata duniawi) dan pada akhirnya tidak terkait sama sekali dengan iman atau ketaqwaan seseorang pada Allah Swt. 
Lalu, mana yang tidak salah? Tentulah dengan mengembalikan pakaian dan tubuh manusia ke tempat.yang netral atau alami sebagaimana dulu ketika di sekolah kita belajar  ilmu biologi tentang organ reproduksi manusia (kita menyebut istilah-istilah saintis: penis, vagina, sperma, pembuahan, dst) atau lebih detil lagi dalam ilmu kedokteran.
Ini jalan tenganya (konservatif): kita berpakaian sajalah secara fungsional, yaitu patut dan pantas. Bagi kaum muslim, intinya menutup aurat. Tapi jalan tengah ini memang agak berat bagi kalangan model, artis penyanyi atau film, seni rupa dan fotografi, sementara sastra masih bisa berkelit karena subjeknya teks, bukan visual. Kebetulan saya sudah baca garis besar RUU Pornografi yang dalam waktu dekat akan disahkan DPR. Memang terasa aneh. Aku sendiri merasa hidup di negeri hikayat yang dikarang nenek moyang kita di zaman batu, dan negeri itu bukan Indonesia dan bukan pula negeri-negeri yang kita kenali di lima benua semesta ini. Wong namanya dongeng, ya... kalau tidak terletak di bawah tanah, ya di bawah laut, atau di atas awan. Tapi ini soal kita saat ini yang tak bisa ditolak karena realitasnya ada dan nyata. (Mulyadi J. Amalik).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin, kesalahan pertama dalam sejarah peradaban manusia ialah adanya pakaian (penutup tubuh). Kesalahan kedua (ini pasti), pakaian lalu mengalami komersialisasi seiring kemajuan industri dan ideologi kapitalisme. Di sini, seni ikut memainkan peran. Kesalahan ketiga (ini pasti juga), pakaian diatur dalam undang-undang buatan manusia yang melampaui konstruksi Kitab Suci tentang tubuh manusia. Di sini, masalah-masalah transendental tentang tubuh manusia dan pakaian turun menjadi propan (semata duniawi) dan pada akhirnya tidak terkait sama sekali dengan iman atau ketaqwaan seseorang pada Allah Swt.<br />
Lalu, mana yang tidak salah? Tentulah dengan mengembalikan pakaian dan tubuh manusia ke tempat.yang netral atau alami sebagaimana dulu ketika di sekolah kita belajar  ilmu biologi tentang organ reproduksi manusia (kita menyebut istilah-istilah saintis: penis, vagina, sperma, pembuahan, dst) atau lebih detil lagi dalam ilmu kedokteran.<br />
Ini jalan tenganya (konservatif): kita berpakaian sajalah secara fungsional, yaitu patut dan pantas. Bagi kaum muslim, intinya menutup aurat. Tapi jalan tengah ini memang agak berat bagi kalangan model, artis penyanyi atau film, seni rupa dan fotografi, sementara sastra masih bisa berkelit karena subjeknya teks, bukan visual. Kebetulan saya sudah baca garis besar RUU Pornografi yang dalam waktu dekat akan disahkan DPR. Memang terasa aneh. Aku sendiri merasa hidup di negeri hikayat yang dikarang nenek moyang kita di zaman batu, dan negeri itu bukan Indonesia dan bukan pula negeri-negeri yang kita kenali di lima benua semesta ini. Wong namanya dongeng, ya&#8230; kalau tidak terletak di bawah tanah, ya di bawah laut, atau di atas awan. Tapi ini soal kita saat ini yang tak bisa ditolak karena realitasnya ada dan nyata. (Mulyadi J. Amalik).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
