Ayat-ayat Binhad Nurrohmat
Posted by binhad on Sep-17-2008
(1) Sesungguhnya kesusilaan berada di perbatasan, seperti selembar pakaian menjadi sekat antara tubuh telanjang dan tatapan mata manusia. (2) Bahwasanya kemudian pakaian menjelma jubah hegemoni kesusilaan yang membuat tubuh menjadi hina-dina di luar jubah hegemoni itu dan tubuh menjadi korban yang dinistakan. (3) Ketahuilah, sejak hegemoni kesusilaan bersimaharajalela di dunia membuat tuhan, pohon, hewan, planet, dan bintang dikutuk untuk memohon pakaian kepada manusia.
Posted in: SASTRA
Mungkin, kesalahan pertama dalam sejarah peradaban manusia ialah adanya pakaian (penutup tubuh). Kesalahan kedua (ini pasti), pakaian lalu mengalami komersialisasi seiring kemajuan industri dan ideologi kapitalisme. Di sini, seni ikut memainkan peran. Kesalahan ketiga (ini pasti juga), pakaian diatur dalam undang-undang buatan manusia yang melampaui konstruksi Kitab Suci tentang tubuh manusia. Di sini, masalah-masalah transendental tentang tubuh manusia dan pakaian turun menjadi propan (semata duniawi) dan pada akhirnya tidak terkait sama sekali dengan iman atau ketaqwaan seseorang pada Allah Swt.
Lalu, mana yang tidak salah? Tentulah dengan mengembalikan pakaian dan tubuh manusia ke tempat.yang netral atau alami sebagaimana dulu ketika di sekolah kita belajar ilmu biologi tentang organ reproduksi manusia (kita menyebut istilah-istilah saintis: penis, vagina, sperma, pembuahan, dst) atau lebih detil lagi dalam ilmu kedokteran.
Ini jalan tenganya (konservatif): kita berpakaian sajalah secara fungsional, yaitu patut dan pantas. Bagi kaum muslim, intinya menutup aurat. Tapi jalan tengah ini memang agak berat bagi kalangan model, artis penyanyi atau film, seni rupa dan fotografi, sementara sastra masih bisa berkelit karena subjeknya teks, bukan visual. Kebetulan saya sudah baca garis besar RUU Pornografi yang dalam waktu dekat akan disahkan DPR. Memang terasa aneh. Aku sendiri merasa hidup di negeri hikayat yang dikarang nenek moyang kita di zaman batu, dan negeri itu bukan Indonesia dan bukan pula negeri-negeri yang kita kenali di lima benua semesta ini. Wong namanya dongeng, ya… kalau tidak terletak di bawah tanah, ya di bawah laut, atau di atas awan. Tapi ini soal kita saat ini yang tak bisa ditolak karena realitasnya ada dan nyata. (Mulyadi J. Amalik).
Mul,
Tafsirmu atas ayat-ayatku keren tuh. Semoga bermanfaat bagi umat.
Jadi sosok Tirani bin kerangkeng alias penjajah, akan masih ada dalam wajah lembut bernama Undang-Undang. Atau itu juga disengaja, agar para penggiat seni jadi kreatif… karen kadang kalau tak tekanan jadi suka santai2… kongkow2 tak jelas, dan efeknya jadi tak produktif. ada lho orang yang minta dipanggil Penyair…… padahal sudah lama tak menulis; huahahahhaha……
Kang Budhi,
Maksud sampeyan RUU APP itu menjadi semacam Undang-Undang berbulu domba ya…
Bos,
DS masuk longlist KLA 2008.
Selamat! Semoga kau menggondol uang 100 jt.
Amin
Dam,
Buku “Demonstran Sexy” tambah sexy deh. Rencananya akan ada yang menerjemahkannya ke bahasa Inggris dan mungkin juga ke bahasa Korea. Terima kasih kabarnya. Salam dari Korea, bn
Mantap.
Kalau kau menang KLA, aku ditraktir di cafe dangdut ya.
Aha
DM, annyeong haseyo,
Bar atau kafe dangdut oke deh.
Bukumu “Juru Masak” tahun depan moga menang ya.
Salam buat para jamaah Koekoesan ya.
Kamsa hamnida, suwun
wah, sudah punya ayat nich….
Tinggal kitab sucinya dong..?
KUHP juga dong…
Add A Comment