Aku nge-Blog, Maka Aku Ada…
“Aku nge-blog, maka aku ada” merupakan adagium sosiologis slenge’an masa kini yang menggambarkan cara dan bentuk kehadiran dan komunikasi baru masyarakat mutakhir di Tanah Air yang kian merebak dan merintis rumpun masyarakat anyar bernama blog society.
Saya tiba-tiba ingat perintis gaya kawula muda membentuk kelompok musik pop yang dijuluk boys band pada dasawarsa 1980, yaitu New Kids On The Block (NKOTB) yang disusul Boys 2 Men, Backstreet Boys, dan kelompok musik pop anak-anak muda di Tanah Air, misalnya Kahitna, Java Jive, P-Project, Tofu, dan lain-lain. Tentu, blog bukan ajang musik semata, sebab NKOTB bukan singkatan New Kids On The Blog (he-he). Camkanlah, blog adalah sebuah dunia yang sepertinya makin bisa diisi dan digunakan untuk keperluan yang kian beragam.
Blog merupakan ruang maya kehadiran para individu mutakhir (juga toko, showroom, dan lain-lain) di dunia jagat jembar (www: world-wide-web) dan dijadikan medium informasi dan komunikasi, bertransaksi, berinteraksi sosial, menjelma jadi cara dan bentuk baru bermasyarakat. Fasilitas teknologi internet (sebuah alam maya yang tampak kian “kikis” citra kemayaannya) ini jadi ruang masyarakat mutakhir mewadahi kehadiran dan dinamikanya. Teknologi ini membuat faktor warna kulit, jenis kelamin, dan bahasa tubuh yang kerap memberikan pengaruh tertentu dalam komunikasi tradisional alias komunikasi copy darat kini jadi masa lalu…
Kian terasakan kaum blogger mengidentifikasi dirinya atau diidentifikasi oleh orang lain melalui penampakan dan isi blog-nya. Hm, inikah bentuk masyarakat ter-blogisasi?
Ah, blog-mu adalah dirimu yang…

Aku ngeblog malah jadi sering tidak ada.
www = Dunia jagad jembar..
Menarik2..!
Kalau “http” apa mas? Protokol pengiriman text hyper..? Hehehe..
Ayo dong mas, ditunggu lagi esai2 nya di Kompas ..
Mas Eka udah muncul lagi minggu lalu dgn “Sebab Kode adalah Puisi”, bahkan mempromosikan blog anda di sana. Ditunggu ya mas.. =)
Omong2, Saut Situmiring masih miring nggak mas..? Hehehe..
Mas, aku merenungi tulisanmu ini yg dimual Lampost, apa bener ya? bocah lampung timur ini sudah lupa sama kampungnya? tapi karena dah jadi penyair papan atas kali, jadi lupa menulis di Lampung dan tentang ke-lampung-an lagi. Aku kangen sekali dengan cletukan2 kasarmu yang estetis. oya, selamat juga atas diraihnya penyair kakus award he he…
Endri yang sudah mampir ke blog saya yang sederhana ini, terima kasih sekali. Ada pepatah, anda bisa menculik seorang bocah dari kampung halamannya, tapi anda tak bisa menculik kampung halamannya dari bocah itu. Tulisan terbaru saya di Lampung Post dimuat pada 10 Agustus 2008 lalu berjudul “Tidur di Korea, Mimpi Saya Berbahasa Indonesia” dan semoga dalam waktu dekat ini menyusul sejumlah puisi saya. Pada musim panas dan musim gugur (Juni-November) 2008 ini saya tinggal di Korea Selatan atas undangan sebuah lembaga sastra di Korea untuk menulis dan mengunjungi sejumlah kota di Korea serta melakukankegiatan-kegiatan lainnya. Sejak Senin kemarin sampai Jumat nanti saya berada di daerah Toji di kota Wonju, 2 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat dari Seoul. Beberapa minggu lalu, saya menerima kabar dari seorang peneliti Indonesia berbangsa Australia yang menjadikan Kakus-Listiwa Award 2007 dijadikan tema makalahnya dalam sebuah konferensi di negerinya. Surat Endri, alhamdulillah, makin membuat saya terharu pada kampung halaman saya. Terakhir saya ke sana sebelum saya berangkat ke Korea Juni lalu.
Add A Comment