ABOUT
BINHAD NURROHMAT lahir di pedalaman Lampung, Indonesia, 1 Januari 1976. Menimba pengetahuan di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, Akademi Komunikasi Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sejak 1996 berolah sastra dengan menulis puisi dan esai di buku catatan harian dan koran-koran Indonesia terkemuka. Buku kumpulan puisinya yang pertama Kuda Ranjang (2004) memancing polemik dan kontroversi yang ramai. Lalu menyusul terbit buku kumpulan puisinya Bau Betina (2007) dan Demonstran Sexy (2008). Puisinya diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Marshall Clark dari Universitas Deakin, Australia bersama Cucu Juwita dari Univeritas La Trobe, Australia yang dihimpun dalam buku kumpulan puisi The Bed Horse (dwi-bahasa, 2008). Buku kumpulan esainya Sastra Perkelaminan terbit pada 2007. Filmnya, Poetry on the Road dirilis pada 2009 dan telah ditayangkan di beberapa kota di Indonesia. Pernah menjadi editor tri-wulan Jurnal Cipta yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta, koordinator Bale Sastra Kecapi, dan sekarang pemuka Majelis Kata Indonesia. Pada musim panas, musim gugur, dan musim dingin 2008 menjadi International Visiting Writer di semenanjung Korea.

Yuu, Selamat, Bro… Kita karokean di dunia maya ajah, yuuukk…
“brave exploration” of the ongoing tensions between social decay and “the politics of the erotic”, in the culturally specific context of “a traditionally conservative society”. Ini juga catatanku….
sebagai turunan “kuda ranjang”, blog ini semoga bisa setia menjaga nyaring ringkik dan liar sepaknya, selamat datang bung binhad
tapi mas binhad ini sok barat. bioggrapinya pake inggris segala. kan jadi gak terbaca oleh saya. katanya suka dangdrut? aku usulkan kalo sofanya diganti foto bung rhoma aja deh, hehe…
selamat, bung. makin liar aja kuda-nya…
Saya memenuhi saran sejumlah pihak untuk mengindonesiakan redaksional biodata saya, sekalian saya memasukkan sejumput data baru saya yang masih hangat sekali.
Salam dari Seoul,
Binhad Nurrohmat
Maju terus…. bang joni…, gimana puasa dikorea? salam
Salam, minta izin menaut blog ini dengan blogku..
Rea,
Silakan dan terima kasih.
dua kata buat Bung Binhad : miss garem dan slovenia bukan slovakia lho mas hehehe
Cintailah garam dalam negeri, nek hehe…
Kupersembahkan posting khusus buatmu di blogku, Kawan….
Aku wis moco postingmu. Tapi, Miskar kuwi sak jane sopo to? Miskar = Kumis mekar? hahaha
Pokoke Miskar kuwe sapa-sapa-a,
Sapa ngerti malah bisa dadi tokoh cerpen apa novel, he… he… he….
Sastra ngentot. Isinya memang seputar persetubuhan. Dan semakin dipuji orang. Semakin jorok semakin tinggi nilai sastranya. Itulah karya sastra sekarang ini. Sungguh tidak ada tandingannya jika dibandingkan dg hasil karya para sastrawan dari minangkabau tempo dulu. Yang mana penuh dg pelajaran moral yg luhur. Karya sastra sekarang penuh dg kata-kata cabul. Saya sarankan supaya lebih bermutu lagi harus teler dulu. Supaya dapat inspirasi dari iblis sang perusak moral manusia.
tambahin satu lagi : penggemar bacon
mas binhad, ikhlaskan horison mu yang telah ku pinjam, dan sekarang entah dimana, ok..
Salam kenal, Bang Binhad! Saya senang dengan tulisan-tulisan yang dibaringkan di sini.
@Anti sastra cabul: Terima kasih apresiasinya.
@Berlina: Oh ya? Aku sudah lupa. Kalem aja.
@Roy: Terima kasih kunjungannya ya…
mampir sejenak..cari puisi
Salam kenal, semoga sukses selalu
Add A Comment